Pengaruh Perbedaan Suhu Terhadap Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Ikan Tapah (Wallago Leeri) pada Tahap Domestikasi

Oleh: Yogie Purnama Hadi (1104120057)
Dosen Pembimbing :
Prof. Dr. Usman, M.Tang, MS
 Ir. Mulyadi, M.Phil

Ikan Tapah (Wallago leeri) merupakan salah satu komoditas ikan air tawar yang memiliki tingkat nilai ekonomis yang tinggi serta tingkat konsumen yang cukup tinggi di pasaran. Namun, dalam pembudidayaan ikan ini masih banyak kendala yang dihadapi, salah satunya adalah tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan yang rendah. Hal tersebut diduga karena faktor lingkungan yaitu suhu. Suhu sangat berpengaruh terhadap metabolisme dalam tubuh dan metabolisme sangat mempengaruhi proses kelangsungan hidup dan pertumbuhan pada ikan. Berdasarkan hal di atas maka perlu dilakukan penelitian yang berhubungan dengan pengaruh suhu bagi kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan tapah.

Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 27 Februari–27 April 2015 di Hatchery, Jl. Taman Karya, Pekanbaru-Riau yang bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh perbedaan suhu terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan tapah tersebut. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen, dengan model Rancangan Acak Lengkap  (RAL) dengan 3 taraf perlakuan suhu 27, 29 dan 31oC dan 4 kali ulangan. Pemeliharaan ikan tapah dilakukan di akuarium yang berukuran 80cmx40cmx20cm.

Gambar 2. Wadah Pemeliharaan Ikan Tapah (Wallago leeri)
Gambar 2. Wadah Pemeliharaan Ikan Tapah (Wallago leeri)

Jumlah ikan tapah yang dipelihara tiap akuarium sebanyak 4 ekor yang berukuran panjang 15-18cm dengan bobot 20-25gram/ekor. Setiap akuarium dipasang heater yang telah dikalibrasi sesuai dengan perlakuan suhu.

Penebaran Ikan Tapah pada Wadah Pemeliharaan
Penebaran Ikan Tapah pada Wadah Pemeliharaan

Ikan tapah ini dipelihara selama 60 hari dengan diberi pakan berupa ikan rucah yang telah dipotong kecil-kecil dengan dosis 10% dari bobot tubuh dan waktu pemberian pakan 3 kali sehari yaitu pada pagi, siang, sore/malam hari dengan sistem addlibitum (sampai kenyang).

Pemberian Pakan Ikan Rucah
Pemberian Pakan Ikan Rucah

Pengukuran panjang dan berat (sampling) dilakukan setiap 15 hari sekali. Ikan Tapah lebih respon terhadap pakan pada sore/malam hari karena intensitas cahaya pada waktu itu lebih rendah jika dibandingkan dengan pagi dan siang hari.

Kegiatan Sampling Ikan Tapah (Wallago leeri)
Kegiatan Sampling Ikan Tapah (Wallago leeri)

Hasil dari penelitian ini menunjukkan perlakuan terbaik terdapat pada suhu 29oC laju pertumbuhan harian 1,21%, dan kelangsungan hidup 100% sedangkan perlakuan terendah terdapat pada suhu 31oC dengan nilai pertumbuhan harian 0,90%, dan persentase kelangsungan hidup 68,75%.