Tentang Kami

PENDAHULUAN

Program sarjana perikanan Jurusan/Program StudiAkuakultur pada Fakultas Perikanan dan Kelautan dirancang untuk memenuhi kebutuhan betapa pentingnya industri budidaya ikan baik industri budidayaperairan tawar (freshwater aquaculture) serta budidaya pantai dan laut (marine and coastal aquaculture) sebagai suatu sumber pertumbuhan ekonomi baru di masa depan. Perkembangan industri budidaya ikan yang cukup pesat di belahan dunia dalam dua dekade belakanganakan memerlukan sumberdaya manusia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam bidang akuakultur. Untuk menjawab tantangan ini, Jurusan Akuakultur merasa perlu menyiapkan lulusannya melalui kurikulum yang dinamis dan berbasisKerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sesuai dengan perkembangan dan dinamika akuakultur regional dan nasional serta global. Melalui kurikulum ini diharapkan lulusan yang dihasilkan oleh Jurusan Akuakultur memiliki pengetahuan, keterampilan dan kepemimpinan yang mampu bersaing untuk mengisi dan berpartisipasi dalam berbagai sektor terkait dengan aktifitas dunia pelayanan, penelitian, konsultan/penyuluhan, produksi dan konservasi.

Kurikulum Jurusan/Prodi Akuakultur yang sedang berjalan sekarang ini adalah kurikulum tahun 2010 yang berbasis kompetensi (SK Rektor Nomor : 537/UN.19/AK/2012). Kurikulum 2010 ini mulai diterapkan untuk mahasiswa Jurusan/Prodi Akuakultur angkatan 2011. Kurikulum akan direvisi sekali dalam lima tahun, dengan kata lain kurikulum yang ada sekarang ini akan berakhir pada tahun 2015, dan akan digantikan oleh kurikulum baru hasil revisi nantinya. Perlunya revisi kurikulum ini untuk mengikuti perkembangan globalisasi dewasa ini, permintaan stake holder, dan dalam rangka menyambut Masyarakat Ekonomi Asean pada akhir tahun 2015. Diharapkan dengan kurikulum yang baru nanti, lulusan yang dihasilkan Jurusan/Prodi Akuakultur bisa bersaing dengan tenaga kerja asing.

Sehubungan dengan keluarnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2013 Tentang Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang Pendidikan Tinggi, maka dalam menerapkan KKNI bidang pendidikan tinggi, perguruan tinggi mempunyai fungsi dan tugas seperti yang dinyatakan pada Pasal 10 Ayat 4 sebagai berikut ;

  1. Setiap program studi wajibmenyusun deskripsi capaian pembelajaran minimal mengacu pada KKNI bidang pendidikan tinggi sesuai dengan jenjang.
  2. Setiap program studi wajib menyusun kurikulum, melaksanakan, dan mengevaluasi pelaksanaan kurikulum mengacu pada KKNI bidang pendidikan tinggi sesuai dengan kebijakan, regulasi, dan panduan tentang penyusunan kurikulum program studi .
  3. Setiap program studi wajib mengembangkan sistem penjaminan mutu internal untuk memastikan terpenuhinya capaian pembelajaran program studi.

Kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)merupakan kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikanantara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.Berdasarkan :

  1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia,
  2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2013 Tentang Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang Pendidikan Tinggi,
  3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi,
  4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 154 Tahun 2014 tentang Perubahan Nomenklatur Program Studi,
  5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 114 Tahun 2014 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja,
  6. Peraturan Rektor Universitas Riau Nomor 76/UN19/AK/2012 tentang Peraturan Akademik Universitas Riau,

maka kurikulum Jurusan Akuakultur berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia ini disusun.

SARJANA STRATA 1

Jurusan/ProdiAkuakultur bernaung di bawah Fakultas Perikanan dan Kelautan  Universitas Riau. Jurusan ini berdiri pada tahun 1980 dengan nama Budidaya Perikanan sampai akhir tahun 2002, kemudian berubah menjadi Jurusan Budidaya Perairan yang dikukuhkan melalui SK Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor 57/DIKTI/Kep/2002 tertanggal 13 Desember 2002. Jurusan Budidaya Perairan mempunyai satu Program Studi Budidaya Perairan. Perpanjangan izin penyelenggaraan Prodi berdasarkan SK Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 6.592/D/T/K-N/2011. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 154 Tahun 2014 tentang Perubahan Nomenklatur Program Studi, maka Program Studi Budidaya Perairan berubah menjadi Program Studi Akuakultur.